Pengawasan Karyawan Dalam kegiatan perusahaan

Pengawasan Karyawan

Pengawasan karyawan ialah suatu usaha sistematis memutuskan standar – standar dengan destinasi perencanaan, merancang bangun system umpan balik informasi, mencocokkan kinerja dengan standar yang sudah ditentukan, serta memungut tindakan yang dibutuhkan yang memastikan pemanfaatan syarat sumber daya yang dipakai secara tepat dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.

Dengan demikian tahapan unsur proses pemantauan itu ialah sebagai berikut:

  1. Pencapain standar dan cara pengukuran kinerja,
  2. Pengukuran kinerja yang senyatanya;
  3. Pembandingan kinerja dengan standar serta mengartikan penyimpangan – penyimpangan; dan
  4. Mengadakan perbuatan korektif.

 

Fungsi utama daripada pengawasan karyawan ialah ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas untuk menjangkau tujuan dengan menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan pekerjaan. Manfaat dari pengawasan ialah untuk;

  1. mengkoordinasikan seluruh usaha, melengkapi kepemimpinan danmemperluas empiris pekerja,
  2. menstimuli usaha-usaha yang kreatif, memberi kemudahan dan evaluasi yang terus menerus,
  3. meneliti situasi, menyerahkan pengetahuan dan keterampilan untuk setiap staf dan memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan organisasi dan meningkatkan keterampilan kinerja.

 

Masalah yang dihadapi dalam pengawasan sebuah organisasi ialah bagaimana mengolah pola pikir yang mempunyai sifat otokratif dan korektif menjadi konstruktif dan kreatif. Suatu sikap yang membuat situasi dan relasi dimana semua pekerja merasa aman dan merasa diterima sebagai subyek yang bisa berkembang sendiri.

Pengawasan karyawan adalah suatu kegiatan yang memungkinkan adanya intervensi positif dalam mengecek arah yang dipungut dan mengevaluasi hasil dari perencanaan sebelumnya. Oleh karena itu,  pengawasan harus mempunyai sifat terbuka dan menyeluruh terhadap sekian banyak hasil kinerja yang dilakukan.

 

Membangun Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif merupakan kemampuan yang penting sebab perencanaan, pengorganisasian, dan kepentingan pengendalian bisa terjadi melalui kegiatan komunikasi. Dalam sejumlah situasi di dalam organisasi, hadir sebuah masalah dari salah satu anggota organisasi karena kegagalan komunikasi dan bisa terjadi antar pribadi, antar individu dalam kelompok, atau antar kumpulan dalam organisasi. Masalah dapat berkembang serius jika pengarahan menjadi salah dimengerti seperti; gurauan yang membina dalam kumpulan kerja justru menyulut kemarahan; atau percakapan informal oleh pimpinan terjadi distorsi (penyimpangan). Masalahnya ialah apakah anggota organisasi bisa berkomunikasi dengan baik atau tidak? Komunikasi merupakan kemampuan dasar seorang pengawas, dan merupakan elemen penting dalam pelayanan karena menyangkut kompetensi pengawas sebagai orang yang melayani kepentingan dan kebutuhan.

Keterampilan dasar berkomunikasi untuk seorang pengawas dalam pengawasan karyawan ialah:

  1. Mampu saling memahami keunggulan dan kelemahan individu.
  2. Mampu mengkomunikasikan benak dan perasaan
  3. Mampu saling menerima, menolong, dan mendukung
  4. Mampu menanggulangi konflik yang terjadi dalam komunikasi
  5. Saling menghargai dan menghormati

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi untuk pengawas dapat dilaksanakan dengan memperhatikan:

  1. Manfaat dan pentingnya komunikasi
  2. Penguasaan perilaku individu
  3. Komponen-komponen komunikasi, Praktek kemampuan berkomunikasi
  4. Latihan yang terus-menerus
  5. Partner berlatih