Aktiva tetap dalam Akuntansi

Aktiva Tetap

Fix asset atau aktiva tetap adalah jenis kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan yang masa pemakaiannya bisa lebih dari satu tahun dan bisa diukur dengan jelas sehingga bisa digunakan terus oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Semenjak aktiva tetap bisa digunakan oleh perusahaan lebih dari satu tahun, hal ini membuat fix asset sebagai jenis harta yang tidak mudah diuangkan atau dijual kembali secara langsung.

Jika ingin dijual, maka penjualan hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu panjang dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan besar dari penjualan itu.

Apa yang termasuk fix asset?

  1. Tanah (land)

Tanah yang dimiliki oleh suatu perusahaan sebagai tempat berdirinya gedung atau fasilitas lainnya merupakan aktiva tetap yang harus dicatat di dalam rekening bank.

Namun, jika tanah tersebut sedang tidak digunakan untuk tujuan usaha, maka tanah tersebut bisa masukkan sebagai investasi jangka panjang.

Hasil yang dapat diperoleh aset tanah terdiri atas harga beli, bea balik nama, biaya penelitian tanah, dan komisi dari hasil pembelian. Sedangkan pajak yang harus dibayar oleh perusahaan atas hak kepemilikan tanahnya mencakup biaya perataan tanah, biaya perobohan atau penghancuran bangunan, dan biaya lain yang dikeluarkan untuk merawat kondisi tanah.

  1. Bangunan (building)

Bangunan seperti gedung, gudang, toko dan fasilitas lain yang didapat oleh perusahaan bisa digunakan untuk tujuan investasi. Untuk biaya perolehannya bisa berbeda tergantung dengan bagaimana perusahaan mendapat aset bangunan tersebut.

Jika bangunan yang didapat merupakan hasil dari pembelian, maka harga perolehannya mencakup harga beli bangunan, biaya untuk perawatan sebelum bangunan digunakan, komisi pembelian, bea balik nama, dan pajak dari tanggungan pihak pembeli.

Jika bangunan yang didapat merupakan hasil dari bangunan sendiri, maka harga perolehannya mencakup biaya yang dibutuhkan untuk membangun bangunan tersebut seperti biaya bahan, tenaga kerja, biaya perencanaan, biaya pengurusan izin mendirikan bangunan, pajak pembangunan bangunan, bunga, dan asuransi.

  1. Mesin dan alat-alat (Machines)

Mesin yang termasuk sebagai fix asset adalah mesin-mesin yang digunakan oleh perusahaan untuk tujuan produksi barang seperti mesin cetak, mesin jahit, mesin tenun, mesin scan, dan lain-lain.

Harga perolehan dari penggunaan mesin dan alat-alat ini mencakup harga beli, biaya transportasi, biaya asuransi selama pengiriman, biaya uji coba, biaya asuransi selama pemakaian, biaya uji coba, dan pajak yang bisa menjadi beban bagi pihak pembeli.

  1. Perabotan dan alat-alat perkantoran (Office Equipment)

Perabotan dan alat-alat perkantoran yang termasuk sebagai aktiva tetap hanya mencakup peralatan yang bisa bertahan lama atau tidak habis pakai seperti kursi, meja, lemari, mesin ketik, telepon, mesin fax, komputer, laptop, ac, dan lain-lain.

Harga perolehan dari penggunaan perabotan dan alat-alat perkantoran mencakup harga beli, biaya angkut, biaya asuransi selama pengiriman, biaya perawatan, pajak, dan biaya lain yang harus dikeluarkan sebelum peralatan tersebut digunakan.

  1. Kendaraan (Delivery Equipment)

Kendaraan atau alat pengangkut yang termasuk sebagai fix aset adalah kendaraan yang dimiliki dan dikuasai oleh suatu perusahaan, baik itu kendaraan yang beroda dua, tiga, atau lebih dari dua seperti truk, mobil gerobak, pesawat, dan sebagainya.

Harga perolehan dari penggunaan kendaraan mencakup harga beli dari kendaraan itu, bea balik nama, biaya angkut, asuransi pengiriman, asuransi penggunaan, pajak pertambahan nilai, dan biaya lain yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebelum kendaraan itu digunakan.

Dengan aktiva tetap yang anda miliki saat ini, alangkah baiknya jika anda dapat mengelolanya dengan baik tanpa harus khawatir aktiva tetap anda rusak atau tidak terawat. Untuk itu, Software accurate dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga aktiva tetap anda. Konsultasikan kebutuhan anda sekarang!