Aktiva Tak Berwujud, Apakah Itu ?

Aktiva Tak Berwujud

Aktiva tak berwujud dinyatakan sebesar harga perolehan. Kemudian pada periode selanjutnya dilaporkan sebesar nilai tercatatnya. Di dalam menilai besaran harga pendapatan tergantung oleh bagaimana teknik perolehan aktiva tak berwujudnya. Apabila aktiva tak berwujud didapatkan dengan melakukan pembelian atau transaksi yang memakai kas atau setara kas lainnya, maka harga pendapatan aktiva tak berwujudnya sebesar dana yang dikeluarkan atau bakal dibayarkan. Dan bilamana aset tidak berwujud didapatkan dengan pertukaran dengan aktiva yang lain, maka harga pendapatan aktiva tak berwujudnya sebesar harga terkini dari aktiva yang ditukar.

Aktiva tak berujud ialah hak istimewa dan keuntungan kompetitif yang timbul dari kepemilikan sebuah aktiva yang berumur panjang, yang tidak mempunyai wujud jasmani tertentu. Bukti dari kepemilikan aktiva tak berwujud dapat berupa kontrak, lisensi atau dokumen lain.

 

Klasifikasi aktiva tidak berwujud

  1. Cara akuisisi (manner of acquisition). Aktiva tak berwujud dapat didapatkan dengan teknik membelinya dari entitas lain.
  2. Dapat diidentifikasi (identifiability). Beberapa kativa tak berwujud bisa diidentifikasi secara terpisah dari perusahaan lainya. Contohnya hak paten, brand dagang , dan wiralaba. Aktiva tak berwujud lainya tidak dapat dipisahkan tetapi nilainya bisa diturunkan dari nilai aktiva yang bersangkutan denganya.
  3. Dapat dipertukarkan (exchangeability). Beberapa aktiva tak berwujud bisa diidentifikasi dapat dipasarkan maupun dibeli, atau dengan kata beda dapat dipertukarkan.
  4. Periode yang diinginkan (period of expected benefit). Beberapa aktiva tak berwujud, seperti ongkos organisasi, diinginkan dapat memeberikan manfaat untuk perusahaan dalam jangka masa-masa yang tidak terbatas.

 

Prinsip Akuntansi dasar untuk aktiva tidak berwujud

Akuntansi terhadap aktiva tak berwujud melibatkan beberapa prinsip dan formalitas akuntansi serupa yang diaplikasikan guna aktiva tak berwujud lainya, misalnya properti, pabrik dan perlengkapan yaitu :

  1. Pada akuisisi merealisasikan prinsip biaya.
  2. Selama periode pemakaian, merealisasikan prinsip penandingan.
  3. Pada disposisi, merealisasikan prinsip pendapatan. Keuntungan atau kerugian yang dinyatakan atas pelepasan sama dengan selisih antara pertimbangan yang diterima.

 

Jenis jenis aktiva tidak berwujud

  1. Hak Paten, hak paten ialah hak istimewa yang dikeluarkan oleh pemerintah yang menyerahkan kewenangan untuk pemegang hak guna memproduksi, memasarkan dan memantau penemuannya dalam jangka masa-masa tertentu sejak urusan itu
  2. Hak Cipta, Hak cipta ialah hak yang diserahkan oleh pemerintah, yang menyerahkan hak istimewa untuk pemegang hak itu untuk memproduksi dan memasarkan suatu karya seni atau karya tulis. Harga perolehan sebuah hak cipta terdiri dari pengeluaran guna mendapatkan dan menjaga hak tersebut.
  3. Merek Dagang / Trademark, Merek dagang atau nama dagang ialah kata, rangkain kata, logo, atau simbol yang memisahkan atau memberi identitas sebuah perusahaan tertentu atau produk tertentu.
  4. Waralaba/ Franchise dan Perijinan / License, Franchise ialah Adalah hak yang didapatkan untuk mengerjakan suatu usaha tertentu, atau menjual produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, teknik pengelolaan, pemakaian logo maupun pemakaian alat usaha tertentu yang aslinya dipunyai oleh perusahaan untuk menyerahkan hak franchise.
  5. Hak Penggandaan (Copyright), Copyright ialah hak yang berikan atas sebuah penulisan, baik hal tersebut berupa karya ilmiah, puisi, novel, maupun lyric lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau scenario film tertentu. Copyright mencakup hak untuk menggandakan dan mengedarkannya.