Peluang Bisnis E-Commerse Dalam Kemajuan Teknologi

E-Commerse

Bisnis E-commerse – Perdagangan elektronik sendiri pada ketika ini paling menjadi tren masyarakat terutama di Indonesia. Banyak masyarakat yang memakai tren itu sebagai kesempatan untuk berbisnis atau berniaga dengan memakai jaringan internet. Masyarakat memanfaatkan sistem elektronik sebagai medianya contohnya seperti internet, komputer, handphone, web, blog dan lain-lain guna mempromosikan atau menjual barang/jasanya. Dengan demikian adanya perniagaan elektronik dapat mempermudah para penjaja dan pembeli guna berkomunikasi pada saat mengerjakan transaksi jual beli secara online atau bisnis E-commerse tanpa mesti bertemu langsung.

 

Pengertian Bisnis E-Commerse

Perdagangan elektronik atau biasa dinamakan dengan bisnis E-commerse adalah suatu pembelian, penjualan, pemasaran barang atau jasa, dimana melewati sistem elektronik sebagai medianya yakni seperti, internet, web, komputer, handphone, dan jaringan lainnya. Selain hal  tersebut E-commerce pun adalah suatu transaksi dagang yang dilaksanakan secara online antara pihak penyedia produk/barang (penjual) dengan pihak yang memerlukan produk (pembeli).

 

Standar Teknologi Dalam Bisnis E-commerce

Di samping sekian banyak standar yang dipakai di Intenet, bisnis E-commerse pun menggunakan standar yang dipakai sendiri, umumnya dipakai dalam transaksi bisnis-ke-bisnis. Beberapa diantara yang sering dipakai adalah:

  • Electronic Data Interchange (EDI), Dibuat oleh pemerintah di tahun 70-an dan ketika ini dipakai oleh lebih dari 1000 perusahaan Fortune di Amerika Serikat, EDI ialah sebuah standar struktur dokumen yang dirancang guna memungkinkan organisasi besar untuk mengantarkan informasi melewati jaringan private. EDI ini juga dipakai dalam website perusahaan (corporate website).
  • Open Buying on the Internet (OBI), Adalah suatu standar yang diciptakan oleh Internet Purchasing Roundtable yang akan memastikan bahwa sekian banyak sistem e-commerce dapat berkata satu dengan lainnya. OBI yang dikembangkan oleh konsorsium OBI (http://www.openbuy.org/) didukung oleh perusahaan-perusahaan yang memimpin di bidang teknologi laksana Actra, InteliSys, Microsoft, Open Market, dan Oracle.
  • Open Trading Protocol (OTP), OTP dimaksudkan guna menstandarisasi berbagai kegiatan yang sehubungan dengan proses pembayaran, semisal perjanjian pembelian, resi guna* pembelian, dan pembayaran. OTP sebenarnya adalah standar kompetitor OBI yang di bina oleh sejumlah perusahaan, contohnya seperti AT&T, CyberCash, Hitachi, IBM, Oracle, Sun Microsystems, dan British Telecom.
  • Open Profiling Standard (OPS), Sebuah standar yang di dukung oleh Microsoft dan Firefly http://www.firefly.com/. OPS memungkinkan pemakai untuk menciptakan sebuah profil individu dari kesenangan masing-masing pemakai yang bisa dia untuk (share) dengan merchant. Ide dibalik OPS ialah untuk membantu memproteksi privasi pemakai tanpa menutup bisa jadi untuk transaksi informasi guna proses marketing dan sebagainya.
  • Secure Socket Layer (SSL), Protokol ini di didesain untuk membina sebuah drainase yang aman ke server. SSL memakai teknik encription public key guna memproteksi data yang di kirimkan melewati Internet. SSL diciptakan oleh Netscape tapi kini telah di publikasikan di public domain.
  • Secure Electronic Transaction (SET), SET bakal mengenkodekan nomor kartu kredit yang di simpan di server merchant. Standar ini dibikin oleh Visa dan MasterCard, sampai-sampai akan langsung di dukung oleh masyarakat perbankan. Ujicoba untuk pertama kali tersebut dari SET di e-commerce dilaksanakan di Asia.
  • Truste, Adalah suatu partnership dari sekian banyak ¬†perusahaan yang mengupayakan membangun keyakinan public dalam e-commerce dengan teknik memberikan cap good housekeeping yang menyerahkan approve pada website yang tidak melanggar kerahasiaan konsumen.

 

Keuntungan Perdagangan Elektronik atau E-commerce

Bisnis E-commerse pun memberikan keuntungan seperti:

  1. Dengan menggunakan pekerjaan bisnis secara online, maka si penjaja dapat mencapai pelanggannya di semua dunia.
  2. Memudahkan si penjaja dalam menjual produknya melewati sistem elektronik.
  3. Menghemat waktu, lokasi dan biaya untuk sipenjaja dalam transaksi jualbeli dengan konsumennya.

Teknologi informasi sudah dimanfaatkan oleh sebagian orang yang dapat menyaksikan peluang bisnis dari teknologi tersebut. Pengaruh dan peranan teknologi informasi secara tidak langsung telah menciptakan bisnis online berkembang. Karena dengan teknologi ini, anda bisa mengembangkan bisnis e-commerce sampai-sampai dapat berbisnis dengan lebih efisien. bisnis E-commerse memudahkan pebisnis dan pun pelanggan dalam mengerjakan penawaran dan transaksi jual beli.

WhatsApp