Cara Mengontrol Penjualan Barang Dengan Jumlah Stock Barang Yang Tersedia

kontrol penjualan barang

Persediaan adalah salah satu aktiva sebuah perusahaan yang merupakan perhatian yang sangat penting. Mengapa? Hal ini karena transaksi penjualan dari sebuah perusahaan memiliki hubungan yang serat dengan stok persediaan yang ada di bagian gudang sebuah perusahaan. Artinya, anda harus memastikan bahwa stock barang dagangan masih ada di gudang, terutama ketika pembeli ingin membeli barang dagangan tersebut. Selain itu, sangat disarankan pula untuk mengontrol stock persediaan yang ada sehingga di akhir periode tak tersisa terlalu banyak stock. Memiliki terlalu banyak stock di akhir periode merupakan tanda pemborosan dan pengelolaan yang kurang baik.

Hal inilah yang bisa menyebabkan perusahaan menjadi rugi. Oleh karena itu, memastikan bahwa penjualan barang dengan jumlah stock yang tersedia bisa seimbang adalah hal yang penting. Berikut ini merupakan beberapa langkah yang bisa anda lakukan agar kontrol barang dengan jumlah stock menjadi seimbang dan efektif.

  1. Menilai Stock Barang yang Ada

Sebelum menilai stock yang dimiliki anda harus membuat daftar stock terlebih dahulu. Dengan memiliki daftar stock tersebut akan memudahkan anda dalam membuat penilaian mengenai persediaan yang ada. Jangan lupa pula untuk memastikan tempat penyimpanan stock sudah diatur dengan baik dan efisien. Untuk membuatnya, anda bisa menyediakan rak khusus dan juga memisahkan barang sesuai dengan kategori barang yang dimiliki.

Kemudian, usahakan untuk menghitung dan mencatat data persediaan dengan akurat. Untuk melakukannya, anda bisa menggunakan sistem komputerisasi atau sistem manual. Dengan melakukan penilaian stock di awal, maka anda akan lebih mudah menentukan target penjualan serta pemasaran yang akan dilakukan untuk peridoe selanjutnya. Selain itu, anda juga bisa memperkirakan berapakah jumlah stock atau persediaan yang sebaiknya dipesan oleh perusahaan.

  1. Memberikan Kode untuk Setiap Barang

Untuk bisa mengetahui dan menemukan barang dengan lebih cepat, maka anda bisa memberikan kode untuk setiap barang yang ada. Seperti apakah kode yang sebaiknya digunakan? tak ada aturan yang pasti mengenai hal ini karena semuanya tergantung dengan kewenangan perusahaan mengenai bagaimanakah kode yang bisa memudahkan. Bayangkan saja apabila anda tak memberikan kode kepada barang barang anda, maka anda akan kesulitan untuk menemukan barang yang spesifik dengan cepat. Selain itu, menghapalkan nama barang yang biasanya terdiri dari nama yang panjang pasti akan menyulitkan.

Apabila sistem dalam perusahaan anda sudah cukup canggih, anda bisa pula menggunakan barcode dimana barcode ini bisa di pindai dengan menggunakan scanner. Kemudian, sistem akan melacak dimanakah barang tersebut berada sehingga anda bisa menemukan barang dengan efisien dan efektif.

  1. Melakukan Stock Opname dengan Teratur

Gudang belum tentu menjadi tempat yang aman meskipun mungkin sudah dijaga oleh petugas. Namun, tak jarang pula kejadian kehilangan barang, atau barang yang rusak hingga barang yang dipindahkan tanpa adanya pemberitahuan seringkali terjadi. Hal inilah yang bisa membuat informasi barang secara fisik yang ada di gudang bisa berbeda dengan stock yang tertulis di catatan. Terlebih lagi apabila anda memiliki stock barang yang terlalu banyak di gudang. Oleh karena itu, melakukan stock opname dengan teratur sangatlah penting. Stock opname akan membuat anda mengetahui apakah catatan fisik yang ada seimbang dengan barang yang tersedia di gudang. Stock opname juga akan memudahkan anda untuk mengetahui barang di gudang yang rusak atau hilang.

WhatsApp