Daftar Hitam Customer, Perlukah ?

Daftar Hitam

Pemberian sanksi daftar hitam untuk pelanggan sangat penting untuk memberikan pendidikan komitmen untuk pelanggan. Kerugian yang melibatkan sejumlah orang dalam Tim yang diperlukan cukup lumayan. Hal itu terkadang Tim sebagai manusia biasa dapat memiliki perasaan negatif, bayangkan bila barang yang diorder memerlukan waktu lama, ketelitian memilih barang yang sesuai, menghitung nota, periksa ongkos kirim dan lain sebagainya yang sebelumnya melalu Marketing membutuhkan waktu guna chatting yang dapat melelahkan tiba2 diurungkan atau tidak terdapat kabar dari pemesan.

 

Sekali batal transaksi bila jumlahnya puluhan juta akan menciptakan pekerjaan Tim jadi percuma disamping harus segera menyiapkan orderan pelanggan lain yang sudah menunggu. Untuk penentuan daftar hitam pelanggan memang paling penting, demi masa-masa dan komitmen dan telah melewati bukti-bukti kuat guna memasukan seseorang dalam susunan hitam / daftar hitam.

Upaya blacklist di samping memberi pengajaran juga guna menyeleksi mana pelanggan yg serius order atau serius berbisnis, bukan angin- anginan, ragu2 tidak yakin dengan keputusannya sendiri.

Berikut ialah kriteria lebih jelasnya pelanggan yang bakal dikenai daftar hitam yang tidak jarang terjadi ;

 

  • Melakukan DP namun tidak mengerjakan pelunasan sesudah barang siap.

Ini pun sering terjadi, dengan permasalahan seperti ini seringkali mesti mengerjakan pengembalian duit DP, meskipun sudah dirugikan secara tim yang sudah bekerja menyerahkan layanan sampai menyiapkan barang yang di order, sebab tidak mau memungut uang orang lain tanpa menyerahkan sesuatu atau barang, meskipun secara waktu dan kerja telah dirugikan.

  • Pelanggan yang pernah bermasalah ketika pembayaran.

Yaitu seorang pelanggan yang pernah bermasalah dengan pembayaran atau pelunasan, baik pembayaran susah ditagih atau pelanggan yang masih terdapat tagihan belum lunas dari masa-masa jatuh tempo yang sudah lewat. Pelanggan yang mempunyai track record pembayaran bermasalah atau belum terbayar dari partner2 kami pun bakal menjadi pertimbangan bila menemukan informasi dari teman bisnis atau partner-partner

  • Pelanggan yang komplain berlebihan.

ada kalanya orang mengerjakan komplain paling berlebihan, sampai-sampai sifatnya jadi menggangu bahkan sudah menuju teror. Pelanggan yang terus komplain dalam keaadaan ini sebenarnya sudah diterangkan estimasi sampainya, dan tidak mau memahami dengan penjelasaan seperti berkata layaknya dengan anak kecil, maka bakal melakaukan daftar hitam pelanggan, bahkan pelanggan begini ingin komplin terus menerus tanpa mengingat waktu dan tidak sabar.

WhatsApp